KKL ke Candi Prambanan

17 Desember 2011 tepatnya hari sabtu kunjungan terakhir kami adalah ke Candi Prambanan sebelum kembali lagi ke Bali. Ini adalah candi ke 2 yang kami kunjungi. Yang pertama kami mengunjungi candi Borobudur tetapi karena cuaca tidak mendukung maka kunjungan disana menjadi singkat dan tidak terlalu banyak yang dapat dilihat.

Candi Loro Jonggrang yang sering disebut Candi Prambanan adalah salah satu candi Hindu yang terletak persis di perbatasan provinsi Jogjakarta dan provinsi Jawa Tengah, kurang lebih 17 km ke arah timur dari kota Jogjakarta atau kurang lebih 53 km sebelah barat Solo. Ketinggian candi ini adalah 47 meter.

Dinamakan candi Prambanan karena terletak di daerah Prambanan. Nama “Loro Jonggrang” berkaitan dengan legenda yang menceritakan tentang seorang gadis yang jonggrang atau gadis jangkung putri Prabu Boko. Candi Prambanan dibangun oleh raja-raja Dinasti Sanjaya pada abad ke IX.

Komplek percandian Prambanan terdiri dari latar bawah, latar tengah, dan latar atas (pusat) yang semakin ke dalam semakin tinggi letaknya. yang luasnya berturut-turut 390 meter persegi, 222 meter persegi, dan 110 meter persegi. Latar bawah tidak terdapat apapun. Latar tengah terdapat reruntuhan candi Perwara. Latar pusat adalah latar yang paling penting di atasnya terdiri 16 buah candi besar dan kecil. Candi-candi utama terdiri atas 2 deret yang saling berhadapan. Deret pertama  terdapat Candi Siwa, Candi Wisnu dan Candi Brahma. Ketiga candi ini merupakan lambang Trimurti dalam agama Hindu. Deret kedua Candi Nandini untuk Siwa, candi Garuda untuk Wisnu dan candi Angsa untuk Brahma. Pada ujung-ujung lorong yang memisahkan kedua deretan candi tersebut terdapat Candi Apit. Delapan candi lainnya lebih kecil. Empat diantaranya Candi Kelir dan empat lainnya disebut Candi Sudut. Sehingga keseluruhannya ada 240 candi.

Memasuki candi Siwa yang terletak di tengah dan bangunannya paling tinggi. Candi ini luas dasarnya 34 meter persegi serta tingginya 47 meter. Di candi akan menemui 4 buah ruangan yang menghadap keempat arah mata angin dan mengelilingi ruangan terbesar yang ada di tengah-tengah. Satu ruangan utama berisi arca Siwa, sementara 3 ruangan yang lain masing-masing berisi arca Durga (istri Siwa), Agastya (guru Siwa), dan Ganesha (putra Siwa). Arca Durga itulah yang disebut-sebut sebagai arca Roro Jonggrang dalam legenda. Dasar kaki candi dikelilingi selasar yang dibatasi oleh pagar langkan. Pada dinding langkan sebelah dalam terdapat relief Ramayana.

Di Candi Wisnu yang terletak di sebelah utara candi Siwa  hanya akan menjumpai satu ruangan yang berisi arca Wisnu. Pada dinding langkan sebelah dalam terdapat relief cerita Kresna sebagai Awatara. Demikian juga Candi Brahma yang terletak di sebelah selatan Candi Siwa  memiliki luas dasar 20 meter persegi dan tinggi 37 meter ini juga hanya akan menemukan satu ruangan berisi arca Brahma. Dasar kaki candi juga dikelilingi oleh selasar yang dibatasi pagar langkan dimana pada dinding langkan sebelah dalam terdapat relief lanjutan cerita Ramayana dan relief serupa pada candi Siwa hingga tamat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: